melajulah wahai layar bahtera kelanaku
tak perlu surut walau laut pasang surut
tak perlu henti walau musim silih berganti
seiring mentari terbit diawal pagi
aq biarkan asa tersemat untuk menyatu dibawa serta
melewati gerbang kehidupan
tuk berlayar menuju ke muara tak bernama
truz aku kayuh menuju samudra tak bertuan
walau bukan pujangga yang pandai merangkai kata
walau bukan sastrawan akhli bahasa
namun aku takan berhenti mengungkap kata hati
yang tak pernah sepi berkisi kisi
walau kadang maknanya tak seperti semula
biarlah tiada mengapa
yang penting rasa hampa jadi tiada terasa
ketika keping keping rindu habis aku reguk
biarlah kata kata yang berteriak sebagai penggantinya
aku terus serukan kerinduan
sampai gemanya menggaung meraung
mengangkasa membelah langit
aku pendarkan dukaku dalam nada cinta yang membara
dibinar cahaya fajar
yang bersedia mewakili kerinduan hati atas nama cinta
aku pendarkan piluku
dalam senandung rindu yang menggebu
dibinar bianglala siang
dibinar bianglala siang
yang bersedia menyampaikan asa
cintaku yang masih tersisa
aku tasbihkan harapan dan doa dibinar indahnya cahaya senja
yang bersedia menyampaikan
harapanku yang tak pernah sirnaaku tasbihkan harapan dan doa dibinar indahnya cahaya senja
Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaKataHati Medio Mei 2011

