Cakrawala menyapa gerimis diambang senja
kabut sutra ungu merenggut arakan
awan
tiupan bayu menyentuh wajah lesuku
lembut mengundang sesudut rindu
aku tersipu diujung sembilu
sesaat aku terkesima diambang harap
yang tak pernah tuntas
terkenang indah bayang bayang masa
silam
saat berdua disenja merona
nyanyikan melodi tentang cinta
nyaman terasa menyentuh ujung sukma
Tuhan....!
kini Kau ciptakan senja
berujung geliat resah dan gelisah
yang merambah jalan darah
karena semua yang telah berlalu
hanya jadi lukisan tentang sekeping
hati
yang terbengkalai
oleh hancurnya seuntai harapan
aku coba mengerti apa yang ada
didalam janur hati
jawabnya:
aku hanya sekeping hati
yang tak ingin dililit temali sepi
redup angan dikala senja sedang
merambah
hanya pertanda luka dan duka masih
menganga
aku coba memahami apa yang ada
dalam jiwa
jawabnya:
aku hanya sekeping hati
yang ingin terbebas dari terali
sunyi
kebekuan angan dikala senja sedang
bertahta
hanya pertanda jiwa masih menghamba
pada resah dan gelisah yang
berprahara
namun babatan jiwa masih bertanya
tanya:
sampai kapankah aku bisa tegar
sedang jiwa ragaku kini telah
berada diambang senja
Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaKataHati 27 Juni 2010

