dialir telaga kasih yang tenang
dibinar cahaya bintang gemintang,
ditemaram rembulan yang meremang
dihamparan fatamorgana yang lenggang
sinar matamu yang nyalang bagai mata elang
menghunus tajam setajam mata pedang
menembus hasrat yang telah lama tumbang
menelanjangi sekujur aksaraku hingga mengawang
sinar matamu yang tajam bagai mata elang
menguliti puisi rinduku kedalam geliat panjang
sampai desahnya menggema melengking gamang
mengangkasa membelah cakrawala sawang
wahai mata elang…….
walau hadirmu hanyalah ibarat harapan yang terbang
namun mampu tinggalkan sisa ketisan riak gelombang
di lembaran cerita lautan kasih saat bertabur bintang
hingga mampu benahi dendang yang lama sumbang
wahai mata elang……..
walau hadirmu hanya imajinasi yang melayang
namun mampu mencipta gugusan malam yang lenggang
di lembaran kanvas kepastian sisa rasa yang menggenang
hingga mampu mengukir sebaris harapan yang terang
Rimba Tepian Cerita
PenaArsky (15042013)

