malam tadi.......
saat bulan sembunyi dibalik cakrawala
menambah nambah mata tak dapat pejam
hati tak lena dilanda resah gelisah
seperti ada getar yang merambat
seperti ada pijar yang bersebar
begitulah dukaku, duka hati yang menularmenambah nambah mata tak dapat pejam
hati tak lena dilanda resah gelisah
serasa aku terkapar tanpa busana cinta
tanpa selembarpun selimut yang mampu
menyelimuti gigil duka laraku
tadi siang......
saat terik mentari menguliti bumi hati
yang merintih pedih menahan nyeri
yang merintih pedih menahan nyeri
saat panas sang surya memanggang raga
yang lapar dan dahaga kehilangan rasa
aku sempatkan bersenandung rindu
kunyanyikan tembang tanpa nada
pelipur
lara penghibur gundah
yang kini
serasa melangkah tanpa arah
disepanjang jalan sahara resah
saat senja mulai memerah saga......
aku gubah sebaris sajak jiwa
terlahir dari telaga hati yang sebenarnya
tercurah dari dermaga rasa yang mendamba
tak rela mendulang duka saat suka dapat dicipta
aku gubah sebaris sajak jiwa
terlahir dari telaga hati yang sebenarnya
tercurah dari dermaga rasa yang mendamba
tak rela mendulang duka saat suka dapat dicipta
kala malam mengepakan sayapnya
tinggalkan pelangi membias penuh warna
sebaris coretan penuh warna aku gubah
tingkahi sebaris coretan tergores kelam
di lembaran lembayung
jingga sarat makna
diiringi gugusan asa diatas sajadah
aku bersimpuh dipangkuan Nya
aku coba titipkan sejumput kerinduan
berharap pilu segera berlalu
dari palung lubuk kalbu yang merindu
aku coba titipkan sebaris kesetiaan
biarkan jadi cindera mata nyata dariku
yang tersemat indah di telaga sukmamu
sebaris puisi usai sudah aku cipta
walau tak seindah yang engkau damba
aku harap engkau sudi menerima
agar
kembali ku tak akan merasa dahaga
saat kumelangkah disepanjang
jalan sahara cinta
biarkan kuncup hati mekar kembali
dijambangan ikrar janji
Ilusi Tunjung Biru
Medio Mei 2012
