HARAP YANG TAK PERNAH TUNTAS

Kamis, 22 Juli 20100 komentar













Saat ini..........

rembulanpun tersembunyi 
dibalik tabir cakrawala malam
yang serasa kian gulita, senyap dan pengap
bersama senyumku yang pupus dibibir ini
padahal semuanya telah aku usahakan,
agar aku tak hanyut pada kerinduan 
yang terus menerus mengharu biru
namun serasa sekeping hati ini 
tak mampu menanggung beban kecewa
dari sebuah harap yang tak kunjung tuntas


sudah terlalu letih aku mencari, 
sudah terlalu jemu aku menunggu
lahirnya bentuk cinta sejati yang hakiqi
yang tak perlu bersimbah kepura puraan
berpuluh fajar kesenja aku belajar mencari tahu 
dimana ujungnya rindu, dimana tepinya sepi

dulu aku tak ubahnya.........
ibarat Shilhouete Bukit Bukit Biru
yang subur dengan kasih sayang,
yang rimbun dengan canda tawa bahagia
rasa cinta kala itu tertanam
mengakar melingkar pantang tumbang,
meski pucuk pucuk daun cintaku 
kadang terluka karena tersengat api cemburu

tapi semua kini sirnalah sudah,
tatkala bisa pesona cintamu meracuni diriku,
racun asmaramu tak tertembus oleh kasat mata nalarku,
tak tertangkap oleh telingaku dan tak teraba oleh indraku
yang membuat sekarang ini hatiku terluka
tapak tapak cintaku membekas duka lara dan petaka.

Alunan kehampaan jiwa
selalu membahana beriring kidung sendu
kini aku tak ubahnya
bagaikan sang kembara penebar kata cinta
padahal cintaku telah terpenggal ditengah jalanan



Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaKataHati dalam Urai Luka
22 Juli 2010


Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pena Kata Hati Arsky - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger