Home
Sajak Sajak Arsky
SAJAK RINDU
SAJAK RINDU
Selasa, 11 September 20120 komentar
aku antarkan sajak sajak rinduku sebelum peluh kering di tubuh
walau tak selembut buluh perindu aku titipkan pada sang bayu sebelum enggan berhembus
rinduku yang menggelayut diujung dedaunan kalbu tak pernah pupus dan berlalu bahkan kian melagu melantunkan simponi merdu yang mendayu dayu
walau sajak rinduku hanya ibarat hembusan sang bayu di musim salju
namun bulir bulir rinduku ibarat secawan arak penyejuk bunga harapan di taman hatiku jadi tak pernah layu
walau sajak rinduku hanya ibarat luapan kisah klasik ilusi merindu bayangan semu
namun kisah kasih yang dianggap semu ini telah menuntun aku menemukan kembali dendang kalbu yang pernah aku gandrungi dulu
merindu dikeriuh deburan kalbu seperti jejak di tepian pantai yang kerap tersapu ombak cemburu
kadang membuat aku seperti pengemis dungu
namun tak pernah aku meragu karena aku hanya pemeran yang telah diatur sutradara yang maha tahu dan cemburu pun pupus seketika itu
dan kali ini sebelum cakrawala senja memerah saga
aku titipkan sebaris kerinduan dan kesetiaan pada mu
yang ada di Tatap Mata hatiku
Rimba Tepian Cerita
PenaArsky (11092012)

