langitku ngungun.....
manakala mendung menggulung
menggunung menuntun rindu yang tergantung
dalam pilu terpaku membisu aku dalam bingung
mengapa lagi dan lagi kuharus menghitung
keterpurukan terselubung yang tiada berujung
sakit raga dapat kutepikan dengan ketabahan diri
namun sakitnya sisa sebaris puisi yang terkuliti
seakan telah merambah ke seluruh jalan nadi
hingga perih serasa menusuk jantung hati
dan seketika imajinasi serasa mati suri
dalam lelah menahan duka yang melara
babatan jiwa seakan tak dapat sembunyikan tanya
namun tanya pun seolah sia sia adanya
karena misteri yang terkunci kembali terbuka lagi
kembali menari nari dan menguliti puisi hati
hingga lagi dan lagi aku bingung kemana bawa hati
Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaArsky (29082013)

