PUISI YANG TERKULITI

Kamis, 29 Agustus 20130 komentar

langitku ngungun.....
manakala mendung menggulung
menggunung menuntun rindu yang tergantung
dalam pilu terpaku membisu aku dalam bingung

mengapa lagi dan lagi kuharus menghitung
keterpurukan terselubung yang tiada berujung

sakit raga dapat kutepikan dengan ketabahan diri
namun sakitnya sisa sebaris puisi yang terkuliti
seakan telah merambah ke seluruh jalan nadi
hingga perih serasa menusuk jantung hati
dan seketika imajinasi serasa mati suri

dalam lelah menahan duka yang melara
babatan jiwa seakan tak dapat sembunyikan tanya
namun tanya pun seolah sia sia adanya
karena misteri yang terkunci kembali terbuka lagi
kembali menari nari dan menguliti puisi hati
hingga lagi dan lagi aku bingung kemana bawa hati



Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaArsky (29082013)
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pena Kata Hati Arsky - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger