andai saja mampu
ingin rasanya aku
tahan putaran waktu
agar lama dapat aku
mengukir senyum di ranum
bibir mega rindumu
sebelum helai helai atmaku
jatuh luruh lalu membeku
senja terus berlalu.....
tak hiraukan ragawiku
masih tapakur lesu
diujung palung qalbu
yang terus merindu
segores kelabu
tertoreh mengharu
biru
aku terkapar
diantara dahaga kata
menyulam gigil duka
yang melara
lencana lencana
yang sekian lama
tersemat indah
di busana jubah
kebesaran maya
satu persatu tanggal
kala realita nyata
tak dapat kusembunyikan
dari tatap mata netra
engkau kembara jiwa
Telaga Hati Wening
Pena Arsky (290914)
ingin rasanya aku
tahan putaran waktu
agar lama dapat aku
mengukir senyum di ranum
bibir mega rindumu
sebelum helai helai atmaku
jatuh luruh lalu membeku
senja terus berlalu.....
tak hiraukan ragawiku
masih tapakur lesu
diujung palung qalbu
yang terus merindu
segores kelabu
tertoreh mengharu
biru
aku terkapar
diantara dahaga kata
menyulam gigil duka
yang melara
lencana lencana
yang sekian lama
tersemat indah
di busana jubah
kebesaran maya
satu persatu tanggal
kala realita nyata
tak dapat kusembunyikan
dari tatap mata netra
engkau kembara jiwa
Telaga Hati Wening
Pena Arsky (290914)


Posting Komentar