duduk manis menikmati
secangkir kopi yang kau saji
sambil kupunguti helai demi helai
daun daun kerinduanmu
yang berguguran
tersengat bara keraguan
sang bayu yang datang
lalu berlalu
seperti ada getar
yang merambat terus meliar
saat tetes kopi yang kucicipi
mengalir di tenggorokan
seakan terus merambat
ke dasar telaga jiwa
yang dahaga
lewat imaji penuh ilhami
yang tiada letih berkisi kisi
kuhayati tetes demi tetes
kopi kasih yang mengalir
basahi telaga hati yang menanti
serasa menimbulkan fantastis
betapa berbinarnya bulir bulir ikhlas
yang tersemat saat kopi kasih
kau racik dengan kesungguhan hati
wahai kembara jiwa....
sebaris ucap terimakasih
kuhaturkan padamu pemilik cinta
di pulang jum'ah mubarokah
engkau kembali bangkitkan
kebekuan imaji sekeping hati
yang hampir mati suri
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky (24102014)
secangkir kopi yang kau saji
sambil kupunguti helai demi helai
daun daun kerinduanmu
yang berguguran
tersengat bara keraguan
sang bayu yang datang
lalu berlalu
seperti ada getar
yang merambat terus meliar
saat tetes kopi yang kucicipi
mengalir di tenggorokan
seakan terus merambat
ke dasar telaga jiwa
yang dahaga
lewat imaji penuh ilhami
yang tiada letih berkisi kisi
kuhayati tetes demi tetes
kopi kasih yang mengalir
basahi telaga hati yang menanti
serasa menimbulkan fantastis
betapa berbinarnya bulir bulir ikhlas
yang tersemat saat kopi kasih
kau racik dengan kesungguhan hati
wahai kembara jiwa....
sebaris ucap terimakasih
kuhaturkan padamu pemilik cinta
di pulang jum'ah mubarokah
engkau kembali bangkitkan
kebekuan imaji sekeping hati
yang hampir mati suri
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky (24102014)


Posting Komentar