kukembali tafakur nanar
diantara gerimis yang meliar
membasahi kuncup pucuk rasa
dibalik peladangan kanvas puisi jiwa
terselip ada sebaris tanya dalam dada
yang tak dapat kutemukan jawabnya
walau sudah kucoba mengacak acak
seluruh kamus puspa kosa kata
.
disaat denting kecapi hati merdu
mengalun diseparuh waktu yang melaju
tiba tiba terhenti manakala lagu mendayu
mungkinkah semua karena alun laguku
sudah tak mampu menyentuh kalbu
saat imaji tersapu angin yang berlalu
dan dendang kembali membeku
dalam semu yang mengharu
.
dan kini aku kembali mencoba
ciptakan simponi tanpa nada
kuharap engkau mampu mengeja
inilah sebagil wakil suara jiwa
atas rindu yang tak tertahankan
.
santun sore jelang malam
wahai pendamba kata
di tatap mata netra
salam jabat kata
.
PenaArsky (15032015)
diantara gerimis yang meliar
membasahi kuncup pucuk rasa
dibalik peladangan kanvas puisi jiwa
terselip ada sebaris tanya dalam dada
yang tak dapat kutemukan jawabnya
walau sudah kucoba mengacak acak
seluruh kamus puspa kosa kata
.
disaat denting kecapi hati merdu
mengalun diseparuh waktu yang melaju
tiba tiba terhenti manakala lagu mendayu
mungkinkah semua karena alun laguku
sudah tak mampu menyentuh kalbu
saat imaji tersapu angin yang berlalu
dan dendang kembali membeku
dalam semu yang mengharu
.
dan kini aku kembali mencoba
ciptakan simponi tanpa nada
kuharap engkau mampu mengeja
inilah sebagil wakil suara jiwa
atas rindu yang tak tertahankan
.
santun sore jelang malam
wahai pendamba kata
di tatap mata netra
salam jabat kata
.
PenaArsky (15032015)


Posting Komentar