dan aku tak habis pikir
mengapa asa mesti berakhir
disaat rentetan luka duka bergulir
bagai secentak secentak arak anyir
ke tenggorokan terus mengalir
simponi perih kembali terukir
di lembaran pelangi yang menyihir
lagi lagi kembali kumesti tersingkir
dari bait simponi yang menyihir
setelah ombak laut mencibir
saksikan kutergelincir
kemana mesti kupapah
luka duka yang menanah
bekas pedang kata berdarah
yang kau tikamkan penuh amarah
hinga meracuni galian hiqmah
ditabir ikhlas yang meruah
Rembang Malam
PenaArsky (16042016)
mengapa asa mesti berakhir
disaat rentetan luka duka bergulir
bagai secentak secentak arak anyir
ke tenggorokan terus mengalir
simponi perih kembali terukir
di lembaran pelangi yang menyihir
lagi lagi kembali kumesti tersingkir
dari bait simponi yang menyihir
setelah ombak laut mencibir
saksikan kutergelincir
kemana mesti kupapah
luka duka yang menanah
bekas pedang kata berdarah
yang kau tikamkan penuh amarah
hinga meracuni galian hiqmah
ditabir ikhlas yang meruah
Rembang Malam
PenaArsky (16042016)


Posting Komentar