::
INGIN AKU URAI SEMUA UJAR
YANG MENGENDAP DI BIKIK HATI
TAPI MENGAPA DEMIKIAN SULIT?
KEMANA KUNCI HATI BERSEMBUNYI?
KEMANA SANDI JIWA TERSIMPAN?
LETIH JEMARI INI MENGGORES
TETAPI TIADA AKSARA YANG TERLUKIS
TOLONG AKU BANTU TEMUKAN AKSARAKU
YANG TELAH MENJELAJAH ENTAH DI ORBIT MANA
PULANGLAH KEMBARA JIWA AKU MENANTI
::
Maya....
akulah senja yang masih setia
walau berulang kali engkau anggap
aku hanyalah ilusi harapan hampa semata
namun aku tetap tiada beranjak berlalu
aku selalu setia menyulam janji tuk menunggu
engkau dapat kurengkuh dalam nyanyian kalbu
namun mengapa engkau masih mencari kunci hati
dan kebingungan dengan sandi yang kutitipkan
jangan abaikan aku karena akulah senjamu
yang selalu akan menembangkan puisi hati
untukmu sandaran hati
Pena.....
Bila engkau tetap senjaku
tolong jangan pernah berlalu
walau mendung kelam tengah mendekapmu
bila engkau adalah senjaku
kuharap engkau tiada berlalu
hanya tinggalkan semburat jingga
nyanyian qalbumu selalu kurindu
tanpa pernah kuanggap hanya nyanyian ilusi
bila ku alpa karena menaruh kunci aksara
dimana itu hanya kelalaian belaka
dan bila sandi hati yank tengah kucari
kini telah kutemukan itu semata karena lentera hatimu
yank membimbing tux temukan semua itu
tak akan kuabaikan nyanyian hatimu
tak akan kuabaikan goresan puisi hatimu
Bila engkau tetap senjaku
tolong jangan pernah berlalu
walau mendung kelam tengah mendekapmu
bila engkau adalah senjaku
kuharap engkau tiada berlalu
hanya tinggalkan semburat jingga
nyanyian qalbumu selalu kurindu
tanpa pernah kuanggap hanya nyanyian ilusi
bila ku alpa karena menaruh kunci aksara
dimana itu hanya kelalaian belaka
dan bila sandi hati yank tengah kucari
kini telah kutemukan itu semata karena lentera hatimu
yank membimbing tux temukan semua itu
tak akan kuabaikan nyanyian hatimu
tak akan kuabaikan goresan puisi hatimu
Maya.....
telah bulat aku ingin mendiami singgasana hatimu
dari fajar sampe malam aku selalu menunggu
engkau sadari akulah senjamu yang terakhir
namun tetap aku hanya dianggap harapan hampa
hingga engkau masih sering gunta ganti busana
hingga ruang kasih yang kucipta seakan samar adanya
resapi betapa ikhlasku menapak dijalan harap
yang tak pernah pudar walau sang bayu mengganggu
ruang gerak untuk ku mengurai nyanyian tembang rindu
telah bulat aku ingin mendiami singgasana hatimu
dari fajar sampe malam aku selalu menunggu
engkau sadari akulah senjamu yang terakhir
namun tetap aku hanya dianggap harapan hampa
hingga engkau masih sering gunta ganti busana
hingga ruang kasih yang kucipta seakan samar adanya
resapi betapa ikhlasku menapak dijalan harap
yang tak pernah pudar walau sang bayu mengganggu
ruang gerak untuk ku mengurai nyanyian tembang rindu
Bertahtalah disinggasana qalbuku
senyaman buai pelangi mimpi hiasi lengkung hati
bila prasangka dan prauka yang timbul
dan kini bermain di arena qalbumu
aku tiada mampu memberi argumen
tapi dari dasar hati terdalam kukatakan
engkau laksana mentari di cakrawala jiwaku
telah kuresapi ikhlasmu sandaran jiwa
::
Celoteh Pena Maya
04 Maret 2013
