walau aku bukan senja terakhir
diantara titian hari dan waktumu yang bergulir
bukan pula pelangi mimpi terlahir
dari gugusan asa dan harapanmu yang terukir
namun agar riak ombak tak sampai mencibir
manakala telaga mata hatiku terhenti mengalir
saat tak sanggup sendiri di tepian lazuardi getir
dengan kerendahan kuharap engkau sedikit tak kikir
menuangkan serbuk nurani dari kelopak pola pikir
agar bangkit aku dari kebekuan yang tak berakhir
engkaulah bianglala cinta
yang mampu memendarkan cahaya
di kelamnya cakrawala jiwa yang mendamba
engkaulah bianglala cinta
yang mampu membangkitkan angan
dari kebekuan hangatnya fatamorgana maya
Rimba Tepian Cerita Waduk Darma
PenaKataHati (05032013)

