SENANDUNG PENA MAYA

Jumat, 12 Juli 20130 komentar

manakala urai suara hati.....
sudah tiada mampu menyentuh dinding hati lagi
mestikah infirasi terus dicari agar kisi kisi
mengalir bagai alir air mengalir

biar tak jadi kuburan tanpa prasasti
lebih baik kubiarkan mengalir di alir telaga hati
sebagai bukti kuncup hati masih ingin berpuisi

met buka puasa saudara saudari
semoga letihnya hati terpulasi
walau tanpa puisi kusaji

Top of Form



Kinanthie Tiara Putri Qiranna
Disaat puisi tiada mampu dicipta karena inspirasi
seolah tiada memberi sandi
mestikah suarahati terselimuti oleh halimun prasangka?

Buka hati
dengarkan suara hati

jangan biarkan matahati menjadi tertutup
oleh semburat kelam yg tiba2 menghiasi dinding hati



Celoteh Camar Terluka .
manakala alir suara hati sudah tiada mampu
mencoraki bening telaga jiwa
diantara rangkai puisi yang kau hantarkan
jangan tercium alir jerat yang membawa
bau darah yang bernanah

salam menuai rasa



Pena Kata Hati Arsky .

Kinanthie Tiara Putri Qiranna
dengan membuka mata hati kita akan dapati
adakalanya denting kecapi hati menyentuh dinding hati
hingga mampu mencipta ruang kasih yang dapat dinikmati
adakalanya dendang harva tersirat asam terdengar sumbang
hingga semua yang ada hanya menggores angan melayang

semua aku jadikan makna dan perlambang
mana mungkin dendang merdu akan tetap mengalun
jika belum aku taklukan yang genggam kunci sandi utama



Pena Kata Hati Arsky .

Celoteh Camar Terluka.....
aku bukan langit yang selalu mampu menyangga buana dari kebekuan angan
manakala nada nada kerinduan sudah dimaknai salah dan tak terarah
karena dianggap telah menitiskan darah yang menanah
mestikah aku tetap mengurai suka dikanvas lara

bagaimana mesti aku menahan rasa
jika dermaga tujuan bidukku mulai menyiratkan jingga



Celoteh Camar Terluka .
mesti senja yang kau damba kini sedang tak memerah saga
ku harap senjamu masih mau menunjukkan kunci sandinya
untuk menemukan kembali lembut lembayung senjanya
yang tiada memudar mesti cakrawala tengah temaram

dari sisi ambang malam yang kini menyapa
kuuntai setangkup harap suara hatimu semoga
kembali mampu menyentuh sanubarinya



Maya Poetri Lembayung Jingga
Ada kala senandung yank tercipta bernuansa sumbang
mestikah alunan nada sumbang lalu diabaikan
dan dikubur tanpa ditelaah ulang?

Apa arti petikan kecapi yank kerap mengalun
iringi nyanyian hati hiasi alam semesta rasa
bila hanya diantara denting kecapi
turut mengalun tiupan seruling sang bayu?

Cobalah sedikit membuka hati
agar sumbang tiada membekaskan bilur



Pena Kata Hati Arsky .

Celoteh Camar Terluka.....
senja tetaplah senja yang terus kudamba
walau senja sedang menyiratkan jingga
aku takan pergi berlalu meninggalkannya
karena senja telah mengajari kesetiaan

harapan mu kan aku semat
semoga jadi cameti penyemangat
buatku untuk tak mudah berkiblat




Pena Kata Hati Arsky .

Maya Poetri Lembayung Jingga.....
engkaulah walau terlahir dari salah satu ribuan nadi dari jantung utama
namun engkau mampu mempulasi rinduku pada yang punya kunci utama
engkau ikhlas menemani setiap rinduku menghunus jadi terpulasi seketika
dan aku menikmati usapan puisi kasihmu yang bangkitkan kebekuan rasa

terima kasih aq haturkan atas kebersamaannya



Maya Poetri Lembayung Jingga
Mesti aQ bukan yank pertama hiasi dinding kisikisi hatimu
aQ kan belajar tux menjadi yank memahami warna puisimu

kembali kasih bila kebersamaan ini
ciptakan damai akan Q sisihkan waktu tux hadir menemanimu




Pena Kata Hati Arsky .

Maya Poetri Lembayung Jingga......
hadirmu walau hanya membawa kunci sandi duplikat
namun telah membuka gerbang kedamaian yang lama terkunci
terkunci bagai lagu tanpa nada, puisi tanpa syair, atau surat tanpa tulisan

babatan jiwa kerap betanya tanya
andai saja engkau yang pegang kunci utama
mungkin semua puisi antara qita akan lebih bermakna




Maya Poetri Lembayung Jingga
aQ tercipta memang tanpa proses
karena'a aQ harus sadari bila adaQ hanyalah semu
tapi mesti kunci utama tiada Q genggam
Q ingin engkau sadari, aQ terlahir
ingin menyuarakan katahati sang empu'a sandi kata,
dengan lugas tanpa tercemar oleh bisa yg menebar rusakan suara hati



Pena Kata Hati Arsky .

Maya Poetri Lembayung Jingga.......
engkau tercipta dari rahim cakrawala senja yang damai
tersirat dan tersurat sejuta harap mampu mewakili suara senja
yang kadang kehilangan warna saat dewi malam siap berlabuh
namun aku takan letih menanti dan menunggu senja kembali berwarna
tanpa terpulasi dan tercemar oleh alir bau amis darah yang menanah

ingin rasa hati mampu mengukir senyum dibibir senja
namun aku hanyalah langit yang sudah kehilangan sayap




Maya Poetri Lembayung Jingga
Jika ingin terlahir mewakili suarahati
jangan lagi menyulam selimut gelap tux tutupi nuansa senja




Pena Kata Hati Arsky .

Maya Poetri Lembayung Jingga......
saat urai kata sudah kehilangan kata
tiada kata yang dapat aq rangkai
untuk mewakili suara langit langit hati
selain ucap kata yang aku sematkan
buat senja yang tak lelah kudamba :



Bottom of Form




PenaArsky 110713

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pena Kata Hati Arsky - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger