andaikan rasa yang
telah bertahta indah disinggasana
hanya diibaratkan ruang kasih tempat persinggahan sementara
tiada mungkin janji seia sekata saling titipkan di pelataran sukma
untuk kami tasbihkan menjadi bait bait doa kerinduan dan kesetiaan
hingga tiada jeda disetiap getar nadi mengalirkan bunga rampai cinta
hanya diibaratkan ruang kasih tempat persinggahan sementara
tiada mungkin janji seia sekata saling titipkan di pelataran sukma
untuk kami tasbihkan menjadi bait bait doa kerinduan dan kesetiaan
hingga tiada jeda disetiap getar nadi mengalirkan bunga rampai cinta
andaikan rasa yang kami cipta tetap tersemat terjaga
hanya diibaratkan ruang kasih tempat pelampiasan sementara
tak mungkin tembang samarandhana terus kami lantunkan
hingga kerap kami hanyut dalam hasrat yang terpulasi seketika
terlena dan terkapar dalam erang berahi yang tuntas sesuai ingin jiwa
andaikan saja semua urai kata yang kami lapalkan
hanya dianggap sebatas kata penawar lapar dan dahaga sukma
tak mungkin tiada ragu kami kuliti seluruh kanvas aksara
hingga puisi hatinya dan puisi hatiku bagai telanjang tanpa busana
andaikan saja semua cumbu rayu yang kami desahkan
hanya dianggap sebagai pelampiasan hasrat yang tertahankan
tak mungkin tiada rikuh kami tenggak arak cinta secentak secentak
hingga suaranya suaraku melenguh membentuk lengkung hikmah
semua itu tiada pernah akan pergi dan berlalu….
karena tudung rindu telah bersatu di tubuh berpeluh
peluh berahi antara kami yang tiada luntur bahkan kian subur
walau pesisir mencibir saksikan cakrawala cinta kian mengguntur
saat di hari jadi derai air mata bagai mengalir disela nada
itu bukan tangisan kepedihan ataupun jeritan penyesalan
namun hanyalah alir imajinasi penggugah suara sukma
yang terus mencari penyejuk agar bara cinta tak melara
PenaArsky(06072013)

