ku tahtakan aksara aksara suara jiwaku...
pada ranting ranting langit walau senja sudah tiada berwarna
walau aku meragu masih berartikah puisi puisiku untukmu
namun peduli apa yang penting rasaku tetap terjaga
dalam sepi kerap babatan jiwaku bertanya tanya
masih terukirkah kisah tentang celoteh camar di bilik pelangi mimpi
masih terngiangkah senandung rindu yang selalu mengalun merdu
lengkung pelangi yang pernah kita titi, masihkah engkau ingat
kalung rindu yang kukalungkan, masihkah engkau pakai
disetiap getar nadimu masihkah bertasbih sebaris doa buat kita
dermaga yang kian kukoh dan kokoh masihkah jadi impian
achhhhh.......
Mengapa ku masih bermimpi
tentang pelangi mimpi jadi kenyataan
bukankah senja kali ini sudah hampir usai
bersama tenggelamnya sang surya
Ambang Malam
PKHA (03122013)


Posting Komentar