disaat senja memerah saga
tak ada sebaris puisi atau syair kata
yang dapat aku cipta di kanvas puisi jiwa
kuhanya mampu tapakur diam
diantara debur ombak telaga rasa
menghayati ngungunnya
selarik langgam puspa aksara
yang lambat laun pudar tanpa warna
melayu lalu jatuh ke tanah
kini manakala
mata tak mau pejam hati tak lena
kucoba menggali kembali puspa aksara
yang pernah menyimpan deret kata mesera
dari sekumpulan hurup eklusif penuh imaji sasra
yang kini teronggok tanpa denyut kehidupan
selarik pelangi mimpi sekiranya bisa berkolaburasi
dari setiap aksara yang kucipta setengah jadi
kini mumpung ragawi masih punya energi
ingin kuwujudkan dengan rekapitulasi
berharap tuntas sebelum datang fajri
Telaga Wening Waduk Darma
Pena Arsky (11102014)


Posting Komentar