aku bukan Batara Kimajaya
yang punya panah "Panca Wiyasa"
berupa panah lima bunga kerinduan
yang bisa bikin orang yang mendekat
hanyut pada kerinduan yang membara
namun sayang mesti mati smaradhana
perlaya karena kobaran api asmara
diikuti Sang Dewi Ratih tanpa keraguan
subhanalloh pasangan amat rukun
yang masing masing selalu
menjaga kesetiaan lahir batin
dan rela sehidup semati
sampai diakhir yaumil nanti
sedang aku hanya seorang kembara
yang hanya menjadi pengagum cinta
karena senyata rinduku walau melagu
seakan sudah tak menyentuh Qalbu
namun seandainya aku mampu
aku ingin berkembara walau adanya
dibalik tabir misteri alam ada dan tiada
ku akan mencari sejatinya jati diri cintaku
yang ingin bisa ikhlas hanya pada
ya Habibbal Qolbu ana uhibbuka
laisa binti jamilah fil ardi kholipah
menjaga kesetiaan lahir batin
dan rela sehidup semati
sampai diakhir yaumil nanti
sedang aku hanya seorang kembara
yang hanya menjadi pengagum cinta
karena senyata rinduku walau melagu
seakan sudah tak menyentuh Qalbu
namun seandainya aku mampu
aku ingin berkembara walau adanya
dibalik tabir misteri alam ada dan tiada
ku akan mencari sejatinya jati diri cintaku
yang ingin bisa ikhlas hanya pada
ya Habibbal Qolbu ana uhibbuka
laisa binti jamilah fil ardi kholipah
dan matipun yang kuinginkan
bukan karena alasan api asmara
tapi dengan menantinya Tirta Amerta
air kehidupan abadi di alam sana
teiriring bekal amal kebajikan
dan meninggalkan pelangi jiwa
meneruskan impian yang tertunda
yang tak putus mengirim doa
bukan karena alasan api asmara
tapi dengan menantinya Tirta Amerta
air kehidupan abadi di alam sana
teiriring bekal amal kebajikan
dan meninggalkan pelangi jiwa
meneruskan impian yang tertunda
yang tak putus mengirim doa
terinfirasi dari cerita cinta
(Batara Kamajaya dan Dewi Ratih)
Pena Arssky 09102014)


Posting Komentar