sakralnya gerhana di kelam malam
sungguh menyirat dan menyuratkan
MERAH Nya bulan purnama
di atas PUTIH Nya bulan sabit
telah menguak sebaris simponi
sebuah misteri yang susah dihindari
tentang kekalahan tak menahan hati
yang kian meliar saat meniti hari
satu rasa kini tersulamkan
mengiringi MERAH darah penyesalan
yang mengalir basahi huma fatamorgana
terpulaskan dengan beningnya telaga jiwa
serta PUTIH nya tekad bulat bertobat
untuk cepat bersimpuh bermunajat
pada penguasa semua isi jagat
ya Habibbal Qolby
ampunkan hamba yang selama ini
masih terlalu asik menari nari
ciptakan simponi erotis rasa hati
di alam fana yang sebenarnya terjadi
tempat persinggahan atma dan ragawi
sedang pintu keabadian seakan terkunci
terkuliti puisi puisi jeritan suara hati
dari kesalahan yang berulang ulang lagi
Telaga Wening Waduk Darma
Pena Arsky (08102014)

.jpg)
Posting Komentar