wahai Pelangi Sandaran Hati
disaat kau tak dapat lama menemani
pamit dan tak lama pergi gapai pelangi mimpi
agar tak perlu ragawi terjebak dalam kesunyian hati
izin teriring denting kecapi hati kucoba dendangkan lagi
sebait simponi yang telah dibiarkan tersembunyi
padahal merupakan satu anugrah Illahi Robby
yang tak menitis pada setiap insani
manakala kau tak menemani
denting kecapi hati tiba datang lagi
menyentuh gigil kerinduan sekeping hati
lalu tangga birama mengusik sesi huma imaji
terpancing posisi situasi hingga ingin rasa hati
mencari lagi jentik berahi kata dari bait bait puisi
kolaborasi setiap puspa aksara yang mengalir
dari buncah hasrat telaga hati yang tak henti
mengexfloitasi setiap sesi fantasi kisi kisi
tentang indahnya pelangi mimpi mimpi
yang kian merindang di ruang kasih
sarat ragam mecusuar expresi
kisah asmara penuh ilhami
Salam Jabat Hati....
wahai Pelangi Sandaran Hati
mari menggapai pelangi mimpi
Ambang Malam
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky (18112014)
disaat kau tak dapat lama menemani
pamit dan tak lama pergi gapai pelangi mimpi
agar tak perlu ragawi terjebak dalam kesunyian hati
izin teriring denting kecapi hati kucoba dendangkan lagi
sebait simponi yang telah dibiarkan tersembunyi
padahal merupakan satu anugrah Illahi Robby
yang tak menitis pada setiap insani
manakala kau tak menemani
denting kecapi hati tiba datang lagi
menyentuh gigil kerinduan sekeping hati
lalu tangga birama mengusik sesi huma imaji
terpancing posisi situasi hingga ingin rasa hati
mencari lagi jentik berahi kata dari bait bait puisi
kolaborasi setiap puspa aksara yang mengalir
dari buncah hasrat telaga hati yang tak henti
mengexfloitasi setiap sesi fantasi kisi kisi
tentang indahnya pelangi mimpi mimpi
yang kian merindang di ruang kasih
sarat ragam mecusuar expresi
kisah asmara penuh ilhami
Salam Jabat Hati....
wahai Pelangi Sandaran Hati
mari menggapai pelangi mimpi
Ambang Malam
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky (18112014)


Posting Komentar