bagaikan sebuah sampan
kehilangan biduk pengayuh
lelah letih terombang ambing
di tengah tengah lautan lepas
terhempas badai kehidupan
yang seakan tiada jeda
menghantam ganas
.
kusadari salahku....
bagaikan buih buih putih
disepanjang samudra lepas
yang tiada ujung pandangnya
namun mestikah batu karang
terus menghantam kesetiaan
dan ombak mengkandaskan
seluruh bait puisi kerinduan
yang beribu ribu senja
telah kusematkan
.
wahai pemilik cinta
cara apa sebenarnya
yang mesti kuroncekan
agar kudapatkan.........
sebaris kata maapmu
atas segala salah
dan dosaku
.
kusenandungkan....
bait harapan tanpa nada
diantara tetes embun fajar
yang masih menempel lembut
diantara daun daun rasa
sebelum luruh ke bumi
.
sebaris harap kujamah
semoga senandung suara jiwa
wakil suara hati yang tak terlisankan
mampu mengalir membasahi
kedalaman telaga hatimu
ya Habibbal qolbi
.
.
PenaArsky
(Akhir Mei 2016)

Posting Komentar