wahai Rembulan Malam
manakala aksara tiba meliar
tak menentu bagai fijar menyebar
izin kupinjam bianglala yang berpendar
diantara mega yang tak pernah pudar
walau kerap lelah dan letih melumar
memadamkan asa yang bersinar
.
kupancangkan layar asa
arungi gelora gairah rasa
coba memburu mega hasrat
yang menegang begitu kuat
dalam cengkeraman erat
aksara yang terpahat
dari bibir aksara mengalir
bait bait alir imaji suara hati
teriring degup jantung rinduku
mencumbui sekujur megarindu
dilembar cerita rindu semu
saat malam makin merona
dan ketika gejolak gairah jiwaku
berdeburan diantara mega rindu
menyatu dalam Figura Puisi Hati
dan akhirnya kupasti terkapar
dalam luapan gairah ilham
selamat malam
wahai Cakrawala jiwa
yang tak lelah kudamba
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky(19052016)
manakala aksara tiba meliar
tak menentu bagai fijar menyebar
izin kupinjam bianglala yang berpendar
diantara mega yang tak pernah pudar
walau kerap lelah dan letih melumar
memadamkan asa yang bersinar
.
kupancangkan layar asa
arungi gelora gairah rasa
coba memburu mega hasrat
yang menegang begitu kuat
dalam cengkeraman erat
aksara yang terpahat
dari bibir aksara mengalir
bait bait alir imaji suara hati
teriring degup jantung rinduku
mencumbui sekujur megarindu
dilembar cerita rindu semu
saat malam makin merona
dan ketika gejolak gairah jiwaku
berdeburan diantara mega rindu
menyatu dalam Figura Puisi Hati
dan akhirnya kupasti terkapar
dalam luapan gairah ilham
selamat malam
wahai Cakrawala jiwa
yang tak lelah kudamba
Telaga Wening Waduk Darma
PenaArsky(19052016)


Posting Komentar